Dharma Buddha

SAD PARAMITA

1. Dana Paramita/ berdana
2.2. Sila Paramita/ perbuatan baik
3.3. Ksanti Paramita/ kesabaran
4.4. Viriya Paramita/ semangat
5.5. Dyana Paramita/ ketenangan
6.6. Panna Paramita/ kebijaksanaan

DANA PARAMITA
Melatih kemurahan hati

 

Ada 3 (tiga) hal yang harus diperhatikan :
1. Pikiran Iklas, senang dan bahagia
2. Barangnya harus bersih

3. Barangnya kepada orang suci
yang merupakan ladang kebajikan

Sang Buddha bersabda, “Siapa yang suka berdana dia akan dicintai dan di sukai. Inilah manfaat langsung dapat dipetik dalam kehidupan ini.”

Wajah cantik, suara merdu, kemolekkan dan kejelitaan, kekuasaan serta mempunyai banyak pengikut. Semua ini dapat diperoleh dari perbuatan baik berdana. (Nidhikhanda Sutta, Samyutta Nikaya I : 2)

Berdana merupakan cara yang paling mudah untuk dilakukan

Ajaran Buddhis memberikan perhatian khusus terhadap landasan psikologis berdana, dengan membedakan berbagai keadaan pikiran yang membarengi tindakan berdana.

Jika dibarengi moralitas, konsentrasi dan kebijaksanaan, yaitu kondisi Mental si pemberi sebelum, selama dan setelah tindakan Berdana itulah yang terpenting dari 3 faktor yang terlibat dalam praktek berdana

 

SILA PARAMITA

Melatih untuk menghindari dari Pembunuhan dan penganiyaan

Melatih untuk tidak mengambil barang milik orang lain yang tidak diberikan secara sah

Melatih untuk menghindari perbuatan asusila

Melatih untuk menghindari pembohongan

Melatih untuk menghindari dari Minuman dan Makanan yang dapat menimbulkan mabuk dan ketagihan

Fundamen  utama untuk menjalankan disiplin moral adalah Hiri (perasaan malu terhadap akibat dari kejahatan yang dilakukan) dan Ottapa (perasaan takut terhadap akibat perbuatan yang dilakukan)

Melatih menghindari dari pembunuhan dan penganiayaan

Dalam tradisi Utara, ada suatu latihan tambahan yaitu tidak mengkonsumsi makanan dari makhluk hidup

Bahkan di samping makhluk hidup juga tidak mengkonsumsi 5 (lima) makanan pedas, yaitu bawang merah, bawang putih, lokio, ku Chai dan brambang.

Bentuk latihannya
Memiliki hati nurani, simpati, belas kasih, kepada semua makhluk, mengharapkan kesejahteraan mereka. Tidak merugikan makhluk hidup bahkan dalam pikiran, apalagi menganiaya secara fisik.

  

ALASANNYA

1. Di makan mentah dapat menimbulkan amarah
2. Dimasak
dapat membangkitkan nafsu birahi

 
Untuk seorang Bhikkhu tidak diperkenankan untuk mengkonsumsi 10 macam daging 
1. Manusia

2. Gajah

3. Kuda

4. Badak

5. Anjing

6. Hyana

7. Macan

8. Ular

9. Leopard

10. Beruang

11. Singa

 

Ada 3 (tiga) syarat seorang Bhikkhu dapat mengkonsumsi daging

1. Beliau tidak melihat hewan tersebut dipotong.

2. Beliau tidak mendengar makanan yang disajikan berupa hewan

3. Beliau tidak berprasangka makanan tersebut disajikan untuknya

 
Menghindari dari pengambilan barang milik orang lain

Perbuatan mengambil barang milik orang lain dapat dilakukan oleh setiap orang, tanpa memandang orang tersebut apakah kaya-miskin, jabatan tinggi-rendah.


Bentuk pengendaliannya :

1. Menghindari mengambil apa yang tidak diberikan.

2. Merasa puas dengan apa yang dimiliki dan tidak menginginkan milik orang lain.

3. Memiliki pemikiran bahwa barang-barang milik yang lain adalah milik yang lain,

4. Tidak membiarkan sedikitpun niat untuk mencuri dan bahkan tidak berkeinginan mengambil sehelai rumput atau daun yang tidak diberikan kepadanya,

5. Apalagi mengambil kebutuhan hidup orang lain.

 

Menghindari dari perbuatan asusila

1. Menghindari senggama yang keliru.

2. Merasa puas dengan pasangan hidupnya sendiri dan tidak menginginkan pasangan hidup orang lain.

3. Tidak membiarkan niat untuk mendapatkan pasangan hidup yang lain, apalagi melakukan senggama dengan mereka

 

Anggutara Nikaya V, 266

Obyek perjinahan

1. Anak di bawah umur

2. Pasangan Hidup orang lain

3. Orang hukuman

4. Saudara kandung

5. Orang yang melaksanakan sila

 

Organ Seksual :

1. Mulut

2. Alat Kelamin

3. Anus

 

Menghindari dari berbohong 

menghindari ucapan yang salah, selalu berbicara benar, sesuai dengan yang sebenarnya, yang cocok dengan waktu dan bertindak sesuai dengannya.

Bahkan dalam mimpi sekalipun tidak berbicara keliru untuk maksud menipu dengan cara menutupi apa yang mereka lihat, percaya, harapkan, maksudkan dan inginkan.

Tidak membicarakan kebohongan bahkan dalam mimpi apalagi dalam keadaan sadar.

Menghindari dari makanan dan minuman yang memabukkan dan dapat menimbulkan ketagihan 

Tidak mengkonsumsi obat-obatan psikotrapika dan narkotik maupun sejenisnya

Dalam DHAMMAPADA disebutkan antara perbuatan pembunuhan, perbuatan asusila dan Mabuk-mabukkan, ternyata bahaya mabuk-mabukkan yang membuat kehilangan kesadaran jauh lebih berbahaya. Dalam kondisi yang tidak sadar kita dapat melakukan rangkaian perbuatan jahat yang lebih besar lagi.

 

 

KSANTI PARAMITA 
 
Dalam Pelatihan untuk murid Dyana seorang guru mampu mengubah murid yang lemah dan tidak bersemangat menjadi seorang yang gagah dan perkasa.
Hal ini karena mereka memiliki pandangan bahwa setiap orang memiliki benih kebuddhaan 
 
Dalam Anggutara Nikaya disebutkan ketabahan seseorang dapat diketahui dengan :
Ketika seseorang kehilangan sanak keluarga, kekayaan atau kesehatan, dia merenungkan sebagai berikut : Inilah sifat alami kehidupan di dunia ini, inilah sifat alami kemampuan keberadaan individu, bahwa 8 kondisi dunia terus membuat dunia berputar dan dunia memutar 8 kondisi dunia ini, terdiri dari Untung – rugi, terkenal – tercemar,  dipuji – dicela, senang – derita. Dengan mempertimbangkan hal ini  dia tidak berduka dan tidak khawatir atau meratap atau memukuli dadanya atau menjadi gelisah pada saat kehilangan sanak saudara, kekayaan atau kesehatan

 

 
VIRIYA PARAMITA
 
Anggutara Nikaya II : 12
“Biarlah hanya kulit, otot dan tulangku yang tersisa, biarlah darah dan daging di tubuhku mengering, Aku tetap tidak akan mengendurkan semangat sampai aku berhasil mencapai apapun yang dapat dimenangkan oleh kekuatan manusia, semangat manusia, usaha manusia.”
 
Semakin banyak kita menghadapi probelma dan rintangan hidup. Janganlah kita artikan beban permasalahan kita berat. Sebaliknya hal ini menjadikan kita menjadi orang yang besar dan kokoh.
 
Sama seperti otot tubuh, selama kita melatih terus dan menghadapi beban berat, maka otot lengan bertambah besar dan kokoh. Berbeda dengan mereka yang tidak melatih ototnya lemah.
 
Ilustrasi cerita
 
Kisah 2 (dua) pemuda yang merantau di kota
Kisah penjual semangka
Kisah orang yang menjual barang yang sama
Kisah penjual sandal

 

 

DYANA PARAMITA 
 
Melatih perhatian dan kesadaran setiap saat
Selama kematian belum tiba, tubuhku masih sehat tidak sakit,  aku masih kuat dan muda aku akan terus melatih menuju kesempurnaan. 
 
Kisah Bhikkhu tenar dan seorang muridnya yang malas
Pada jaman dulu ada seorang bhikkhu yang terkenal dan sangat dihormati oleh masyarakat di manapun dia berada. Namun Bhikkhu ini memiliki seorang murid yang sangat malas dan selalu melakukan kesalahan dan menjelek-jelekkan gurunya.
Orang-orang yang mengetahui hal ini kemudian melaporkan kepada bhikkhu tersebut untuk memecat muridnya. Apa jawab guru yang bijaksana tersebut. Muridku adalah guruku setiap hari dia selalu mengajarkan aku selalu waspada dan sabar.
 
 

PANNA PARAMITA
 
Ada 4 hal yang dapat menopang pertumbuhan kebijaksanaan :
1. Bergaul dengan para Bijaksana
2. Mendengarkan Dharma
3. Perhatian yang tepat
4. Praktek sesuai  Dharma
 
Ada 8 hal yang menyebabkan berkembang dan matangnya kebijaksanaan
1. Berlalunya waktu
2. Bertumbuhnya reputasi
3. Sering bertanya
4. Berhubungan dengan pembimbing spiritual
5. Penalaran di dalam diri
6. Diskusi
7. Berhubungan dengan orang-orang yang berbudi luhur
8. Berdiam di tempat sesuai
 
Cara penilaian Kebijaksanaan seseorang
Dinilai dari cara orang ini memeriksa, merumuskan atau mengemukakan masalah, dia orang bijaksana bukan orang yang dungu.
Dia menyampaikan kata-kata yang dalam, menenangkan luhur dapat dipahami oleh para bijaksana.
Ketika berbicara tentang Dharma dia mampu menjelaskan artinya, baik secara singkat maupun terperinci. Dia adalah orang bijaksana bukan orang dungu